- Persiapkan CD yang berisi Sistem Operasi misalnya Windows XP, Linux, dll.
- Nyalakan komputer, ketika sudah menyala dan memasuki proses booting, masukkan CD yang telah Anda persiapkan.
- Matikan komputer beberapa detik lalu nyalakan lagi. komputer akan booting dari disk yang Anda masukkan tadi dan akan memulai penginstallan.
- Pilih Reinstall Windows dan lanjutkan dengan prompt. Proses ini dapat menghapus semua data yang ada di drive C. Jadi jika Anda menginginkan semua data di drive C tetap pada tempatnya, maka Anda harus menginstall drive lain terlebih dahulu baru kemudian drive C.
- Setelah proses prompt selesai, restart kembali komputer Anda. Setelah ini,komputer Anda sudah terinstall sistem operasi di dalamnya dan dapat digunakan kembali seperti semula.
As_Syahdan Al - Fiansyah
Selasa, 31 Mei 2011
Cara Memperbaiki Komputer Yang Tidak Mau Booting
“Cara mengatasi Troubleshooting PC Lambat”
Anda harus peka terhadap komputer. Beberapa hal yang harus dilakukan untuk menghadapi komputer lambat adalah sbb :
Beberapa cara untuk menghapus spyware :
a. Identifikasi dan analisa yang sedang berjalan dengan windows task manager.
b. Identifikasi dan non aktifkan service yang bersangkutan melalui management console.
c. Identifikasi dan non aktifkan service yang ada di startup item dengan sistem configuration utility.
d. Cari dan hapus entry di registry yang ada pada startup.
e. Identifikasi dan hapus file yang mencurigakan.
f. 1) Install dan gunakan spyware detection dan removal.
2) Processor Overheating. Kebanyakan prosesor mudah menghasilkan panas, sehingga membutuhkan pendingin khusus dan jenis fan khusus,
Sehingga pada saat tenperatur prosesor meningkat melampaui batas, sistem akan melambat dan proses akan berjalan lambat. Kipas prosesor yang gagal disebabkan karena :
1) Debu yang menghambat perputaran kipas secara smooth.
2) Fan motor rusak
3) Bearing fan ada yang doll sehingga fan “jiggling”.
Jiggling adalah disebabkan bearing fan sudah mulai doll.
2. Ram yang buruk. Beberapa situasi dapat juga karena pengaruh ram yang buruk, hal ini dikarenakan oleh :a. RAM timing lebih lambat dari spesifikasi mesin yang optimal.
b. RAM yang memilki nilai minor hanya bisa dilihat setelah melalui beberapa test.
c. RAM yang telalu panas
3. Harddisk yang fail, jika harddisk sering mengalami failfure, ini juga akan memperburuk performa komputer , dan jenis fail ini banyak penyebabnya, bisa sifatnya mekanis, elektronik, bahkan firmwarenya yang tidak update, harddisk ini akan menyebabkan :a. Akses time yang lambat.
b. Jumlah bad sector yang terus meningkat saat di scandisk.
c. Ada bluescreen yang tidak terjelaskan.
d. Gagal Boot.
4. Bios Setting, biasanya bios yang belum dicustom settinganya akan mengalami proses perlambatan beberapa detik, khususnya pada saat booting, untuk itu kita harus mengcustom bios setting agar performa kerja proses boot bisa dipercepat, secara umum settingan bios yang harus diperhatikan adalah
a. Boot langsung ke harddisk.
b. Disable IDE drive yang tidak terpakai.
c. Set speed latency RAM.
d. Matikan IO/IRQ perangkat onboard yang tidak dipakai.
e. Gunakan Fast POST.
5. Disk Type/Controller Compatibility. Biasanya motherboard sekarang sudah memiliki kontroller yang baik untuk parallel ATA disk, namun kita harus memperhatikan kabel IDE-nya, karena kabel ini memiliki beberapa spesifikasi tertentu, ada yang udma 33,66, dan 100, kalau kita lihat secara fisik, bentuk kabelnya memiliki serabut yang halus dan banyak, sedangkan yang udma 33 serabutnya sedikit, jadi gunakanlah kabel yang memiliki spesifikasi yang tinggi untuk disk kita.
a. FTP 2 Indexing Service
b. Remote Registry
c. Telnet
d. Remote Access
e. Remote Desktop
f. Automatic Update
7. Process yang invisible, terkadang tanpa kita ketahui ada saja program yang berjalan di memory, padahal kita sudahtidak menggunakannya lagi atau bahkan kita sudah menguninstallnya namun programnya masih ada yang berjalan, untuk itu kita harus memperhatikan process apa saja yang sedang berlang sung di komputer kita dengan melihat task manager, dan kita bisa end task-kan atau kill, lalu kita bisa hapus .exe-nya.8. Disk Fragmentation, Sebagaimana karakteristik file dalam sebuah komputer pasti mengalami proses file tersebut di add, di edit, atau di hapus, hal tersebut dapat menyebabkan fragmentasi di beberapa areal sektor harddisk, untuk itu kita perlu merapikan data di komputer kita, yaitu dengan mendefragnya. Jika kita menggunkan windows xp, kita bisa menggunakan defrag.exe dan meletakkanya di schedule agar dapat berjalan pada waktu yang kita tentukan.
9. Background applications. Kalau kita perhatikan di systray saat kita klik arrow kirinya akan berdertlah icon yang banyak, semakin banyak icon yang terpasang di systray itu menyebabkan komputer semakin lambat merespons proses, karena memory banyak yang terpakai untuk prose situ, sehingga untuk itu kita perlu mematikannya atau menonaktifkannya atau dengan menonaktifkan yang tidak diperlukan yaitu dengan mengakses registry.
Sabtu, 26 September 2009
Masalah-Masalah Yang Sering Terjadi Dalam Booting
Saat pertama anda menjalankan Komputer ada beberapa proses seperti POST (Power On Self Test) yaitu loading konfigurasi Bios untuk mengecek keberadaan Konfigurasi Hardware. Kemudian proses booting, jika pada proses booting tidak ditemukan Booting Sytem, akan ada beberapa keterangan yang menyatakan gagalnya pencarian system booting, seperti : Invalid system error, Insert disk system, Load OS error, atau hanya kursor yang berkedip-kedip di ujung sebelah kiri atas monitor. Berikut beberapa masalah yang sering terjadi pada saat komputer booting :
Memperbaiki Komputer Yang Tidak Mau Booting
Komputer yang tidak berjalan normal seperti biasanya ketika Anda gunakan atau mungkin tidak mau booting dapat diperbaiki dengan beberapa petunjuk di bawah ini :
- Persiapkan CD yang berisi Sistem Operasi misalnya Windows XP, Linux, dll.
- Nyalakan komputer, ketika sudah menyala dan memasuki proses booting, masukkan CD yang telah Anda persiapkan.
- Matikan komputer beberapa detik lalu nyalakan lagi. Komputer akan booting dari disk yang Anda masukkan tadi dan akan memulai penginstallan.
- Pilih Reinstall Windows dan lanjutkan dengan prompt. Proses ini dapat menghapus semua data yang ada di drive C. Jadi jika Anda menginginkan semua data di drive C tetap pada tempatnya, maka Anda harus menginstall drive lain terlebih dahulu baru kemudian drive C.
- Setelah proses prompt selesai, restart kembali komputer Anda. Setelah ini, komputer Anda sudah terinstall sistem operasi di dalamnya dan dapat digunakan kembali seperti semula.
Cara Memperbaiki Operating System (OS)
Biasanya penyebabnya adalah File System Bootable yaitu COMMAND.COM tidak ditemukan di MBR (Master Boot Record) biasanya Terhapus atau Rusak.
Solusi untuk Windows XP Adalah :
Booting dari CDROM dengan menggunakan CD Master Windows XP, anda hanya tinggal melakukan install windows, dan pilih menu Repair. Prosesnya sama sperti Install ulang, (tapi anda tidak perlu menginstall keseluruhan aplikasi/program yang lainnya, karena bila menggunakan pilihan Repair hanya system yang rusaknya saja yang diperbaiki).
- Pastikan Anda mempunyai kunci (key) windows XP yang valid.
- Keseluruhan proses akan memakan waktu kurang lebih 1/2 atau 1 jam, tergantung spek komputer anda.
- Jika anda dimintai pasword administrator, sebaiknya anda memilih opsi perbaikan (repair) yang kedua, bukan yang pertama.
- Masukkan CD Windows anda dan lakukan booting dari CD tersebut.
- pilih R=Repair tekan tombol "R" ini akan mulai perbaikan.
- Klik F8 untuk proses, selanjutnya "I Agree at the Licensing Agreement"
- Tekan tombol R saat direktori tempat windows XP Anda terinstal. Biasanya C:\WINDOWS
Preparing Installation, Installing Windows Finalizing Installation
- Ketika ditanya, klik tombol Next
- Masukkan kunci (key) Windows anda yang valid.
- Normalnya anda ingin tetap berada dalam nama domain atau Workgroup yang sama.
- Komputer akan restart
- Kemudian Anda akan mempunyai layar yang sama sebagaimana pengaktifan sistem ketika instalasi normal.
- Register, jika anda menginginkannya (biasanya tidak diperlukan).
Mengatasi Partisi Yang Rusak / Hilang "Invalid Partition Table"
Gejala Kerusakan :
Pesan ini muncul pada waktu booting, dan komputer gagal melakukan proses booting. Pesan yang muncul "Invalid Patition Table" berarti partisi harddisk anda Terhapus atau Hilang.
Solusinya :
Anda bisa melakukan partisi lagi tapi resikonya data dan program yang sudah ada akan hilang , jika data dan program sangat diperlukan dan anda tidak mau kehilangannya, jangan dulu melakukan partisi harddisk. Saya sarankan menggunakan Software Recovery Data, seperti Ontrack Recovery.
NTOSKRNL Rusak atau hilang (Missing or Corrupt)
Jika anda mendapati pesan error bahwa "NTOSKRNL not found" (NTOSKRNL, tak ditemukan. Cara tersebut dapat di atasi dengan melakukan langkah-langkah di bawah ini :
- Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.
- Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol "R".
- Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.
- Biasanya #1
- Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada.
- Tulis : CD 1386
- Tulis : expand ntkrnlmp.ex_C:Windows\System32\ntoskrnl.exe
- Jika Windows XP Anda terinstall di tempat lain,maka ubahlah sesuai dengan lokasinya.
- Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT
- Selesai

